Journey to Mt. Rinjani & Exploring Sumbawa (Part 2:Perjalanan mendebarkan di lereng Rinjani)

Day 3, 11 Mei 2015

Sekitar jam 3 sore kami memulai perjalanan ke Segara Anak, kali ini bukan “pendakian” tetapi menuruni bukit yang cukup terjal dan berbatu-batu. Mungkin kami sudah kesorean sehingga tidak banyak pendaki yang kami hanya temui. Kami berjalan sangat hati-hati (atau mungkin lambat?), sampai- sampai team Mas Trimo berhasil melalui kami padahal tadi masih kami tinggalkan di Pelawangan Sembalun.

Jalur-trekking P.Sembalun-segara-anak
Jalur-trekking P.Sembalun-segara-anak

Hari sudah mulai gelap tapi kami belum sampai juga di basecamp, tidak ada pendaki lain yang kelihatan, kami harus memperhatikan bekas tapak-tapak kaki pendaki sebelumnya agar tidak tersesat setiap ada persimpangan karena kurangnya petunjuk jalan. Untunglah sekitar jam 7 malam kami tiba di lokasi basecamp, mendirikan tenda di tanah yang tidak rata (yang penting bisa beristirahat) dan sepertinya kami berjodoh dengan team Mas Trimo, tenda-nya sudah ada disebelah kami dan semangkuk indomie tiba-tiba sampai di hadapanku. Tadi ditenda sebelumnya ditawari minuman hangat oleh Bapak Porter  team lain, sampai disini indomie hangat, so sweet banget deh. Tubuh sangat letih, jadi kita langsung tidur setelah minum coklat panas dan makan indomie.

Day 4, 12 Mei 2015
Tenda kita pas sekali menghadap danau Segara Anak, jadi pada saat tenda dibuka kita akan langsung melihat danau itupun kalau tidak ditutupi oleh tenda yang lain. Pagi ini cuaca agak berkabut, Gunung Baru yang berada tepat di Segara Anak tertutup kabut.

Segara anak dari depan tenda
Segara anak dari depan tenda

Aku, Debi dan Pampam mengambil stock air minum ke sumber air, perjalanannya agak jauh sekitar 20 menit dari lokasi kemping. Disini area ini juga ada air terjun dan air panas buat mandi, woaaah waktunya berendam di kolam air panas alami.

"Kolam" air panas di Segara Anak
“Kolam” air panas di Segara Anak

Kembali ke tenda badan sudah seger dan sarapan sudah menunggu, kurang apalagi coba, thanks to chef Harry. Selesai sarapan, beres-beres dan melanjutkan perjalanan ke Pelawangan Senalun, team kita kembali beriring-iringan dengan team Mas Trimo, rencananyanya sampai dengan Gate Senaru hari ini.
image
image
image
Setelah kita meningalkan danau segara anak dibelakang, kita akan memasuki track padang ilalang yang berwarna bata, indah sekali. Jalur trekking kali ini adalah tanjakan never ending, jadi ceritanya panjat-panjatan lah kita.

Naik naik ke puncak gunung
Naik naik ke puncak gunung

Setelah perjalanan cukup panjang akhirnya sampai juga di Pelawangan Senalun dengan perut keroncongan, beberapa team lain juga sedang beristirahat disini dan setelah cukup istirahat dan makan kami melanjutkan perjalanan ke Basecamp Sentaru. Sebelumnya Bapak-bapak porter telah memberi nasihat kalau cuma berempat dan kemalaman agar tidak meneruskan perjalanan ke Basecamp Senaru, lebih baik menginap di pos 3, tidak disarankan di pos 2 dan agar tetap berjalan dalam kelompok karena jalur Sentalun ini sepi dan terkenal mistis.
Di pos 3 kita ketemu Team Mas Trimo dan team yang lain jadi kita memutuskan untuk turun bersama-sama sampai basecamp Senaru, total 13 orang.

Medan trekking dari pos 3 sampai dengan basecamp sudah tidak terlalu sulit, jalan setapak tanah dengan akar-akar pohon. Hanya kami berdua yang wanita, posisi kami ditengah barisan, setiap peserta mengikuti aba-aba team lead yang memimpin di depan. Jika ingin istirahat atau sekedar mengikat tali sepatu harus diinformasikan ke yang lain agar team yang didepan menjaga jarak, intinya kita tidak bisa berjalan terpisah, harus beriringan, 1 orang lambat maka semua kan lambat. Ada saat-saat dimana kami harus berhenti dan menjaga keheningan (hanya merekalah yang tahu kenapa). Akhirnya setelah perjalanan panjang penuh deg deg-an malam ini, kami tiba di gerbang Senaru sekitar pukul 2 pagi dan beristirahat di pendopo warung, tapi aku tak bisa memejamkan mata karena udara sangat dingin walau aku sudah memakai berlapis-lapis jaket dan sleeping bag, hebatnya Pampam bisa tertidur nyenyak hanya dengan jaket tipis dan sleeping bag.

12 Mei 2015
Sekitar pukul 6 teman-teman pendaki lainnya sudah mulai bersiap-siap turun ke basecamp Sentaru, sekitar 30 menit lagi dari gate Sentaru ini.
Oh iya tadi pagi kami baru diceritain kejadian serem tadi malam, jadi pada saat kami tiba-tiba disuruh untuk berhenti berjalan dan menjaga keheningan (tepatnya dimana aku lupa sepertinya diantara pos 2 bayangan dan pos 2), katanya ada kuntilanak lagi terbang diatas kami, cerita detailnya aku belum dapat sih tapi berniat pengen cari tahu nih.

Setelah sarapan di warung yang ada di basecamp ini yang ternyata juga sebagai meeting poin para pendaki, kami menuju air terjun Sendang Gile sekitar 20 menit berjalan kaki. Air terjunnya? Menurutku sih biasa saja ya, tidak ada yang terlalu istimewa tapi untuk mandi-mandi atau sekedar bermain air okaylah.

Air terjun Sendang Gile
Air terjun Sendang Gile
Air terjun Sendang Gile
Air terjun Sendang Gile

Setelah puas bermain air kami kembali ke basecamp dan bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya, Harry “meninggalkan” souvenir disini, yeah dia kehilangan sepatu gunungnya :(. Goodbye Rinjani.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s