Trip ke Pulau Oar, Mangir dan Gunung Honje

Day 1

Terjebak macet dalam perjalanan Puncak – Jakarta (hampir 4 jam) membuatku terlambat sampai di meeting point, semua peserta sudah tiba, untunglah masih ditungguin. Kami berangkat sekitar jam 10 malam dan sampai di desa Sumur sekitar jam 4 pagi (kurang lebih 6 jam).

Desa Sumur ini merupakan gerbang untuk ke Pulau Oar, Ujung Kulon dan beberapa pulau sekitarnya, pulau Oar ini masih masuk dalam kawasan TN Ujung Kulon.

Karang rusak
Karang rusak

Pagi ini kami menuju Pulau Mangir, perjalanan kurang lebih 1 jam dari desa Sumur dengan kapal. Sebelum sampai di Mangir kami snorkling di salah satu spot di tengah laut, tapi sayang underwaternya kurang bagus, ikannya tidak banyakdan karangnya juga banyak yang rusak.

Tak banyak yang bisa dilihat kami menuju pantai di pulau Mangir. Pulau ini merupakan pulau kosong yang tidak begitu luas, pasirnya putih tetapi bercampur dengan serpihan-serpihan karang, lebih baik berjalan dengan sendal, kegiatan disini cuma photo-photo dan menikmati pantai. Puas bermain kami kembali ke desa Sumur.

Karang rusak
Karang rusak
Pulau Mangir
Pulau Mangir

Setelah makan siang dan beristirahat sebentar, kami berangkat ke Pulau Oar, lama penyebrangan dengan kapal sekitar 30 menit, pulau ini tidak jauh dari pulau Umang. Dari jauh pantainya sudah kelihatan indah, gradasi warna lautnya sangat indah, biru muda dipadu dengan biru kehijau-hijauan. Karang disini bagus dan terhampar dengan luas, tetapi sayang di beberapa spot banyak karang-karang mati/patah.

Pantai Oar
Pantai Oar
Underwater Pulau Oar
Underwater Pulau Oar

Visibility airnya juga bagus, ombaknya tidak terlalu kencang dan ikan-ikannya juga lumayan variatif. Kekecewaan tadi pagi lumayan terbayar disini, setelah Sunset kita kembali ke desa Sumur.

Sunset di Pulau Oar
Sunset di Pulau Oar

Day 2
Pagi ini kita akan trekking ke kaki gunung Honje, disini ada beberapa gua seperti gua Kelelawar dan curug yang bisa dikunjungi. Trekking-nya tidak berat, melewati hutan dan juga ladang-ladang penduduk, tujuan awal adalah gua Kelelawar.

Goa Kelelawar
Goa Kelelawar
Air terjun yang kering
Air terjun yang kering

Gua-nya sih biasa aja kalo menurut aku, tidak begitu panjang, tidak ada yang bisa dilihat juga, cuma seperti numpang lewat aja nih. Tak lama berjalan kita menemukan goa lagi, yang lebih agak curam dan sempit tapi kata guide nya didalam banyak sampah dan bau, jadi kita skip dan langsung ke air terjun, tapi ternyata airnya kering. Capek dan karena kami harus kembali ke Jakarta siang ini, kami pulang ke homestay dan siap-siap untuk pulang ke Jakarta.

Group Picture
Group Picture
Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s