Pendakian nyantai ke Mt. Papandayan

image
Gunung Papandayan ( 2622 mdpl) berada di kota Garut, perjalanan 4-5 jam dari Jakarta. Kami bertujuh (4 dari Jakarta) dan 3 orang  (teman lama Harry) akan bergabung di Garut, sepertinya pendakian ini akan menjadi reuni kecil bagi mereka. Kami berangkat dengan bis Primajasa dari Cililitan  pukul 06.00 pagi, molor sejam dari schedule yang ditetapkan.
image
Kami tiba di terminal Guntur sekitar jam 10.30 dan langsung menuju rumah kang Arif (temannya Harry) di Bayongbong, sekitar 1 jam perjalanan. Saat di terminal Guntur ada kejadian yang agak mengesalkan, sebelum kami naik angkot kami sudah menginformasikan tujuan kami dan supir tersebut mengiyakan, backpack kami pun disusun rapi diatap angkot. Karena angkot masih kosong, kamipun harus menunggu sekitar setengah jam tetapi  begitu si supir meminta ongkos waktu angkot mau berangkat dia meminta tarif yang lebih tinggi dari tarif tujuan kami sehingga kami menekankan lagi tujuan kami dan mendadak si supir bilang dia tidak lewat situ, tapi langsung ke Cisurupan. Haloooooo??? Dari awal kami sudah info tujuan kami, penantian setengah jam yang sia-sia, untungnya seorang supir angkot menawarkan diri untuk mengantarkan kami dengan tarif yang biasa.
Untuk ke Mt. Papandayan dari terminal Guntur bisa langsung naik angkot ke Simpang Cisurupan (sekitar 1 jam) dan kemudian dilanjutkan naik mobil pick up ke Base Camp David, Mt. Papandayan (sekitar 1 jam).

Kami diantar ke Basecamp David sekitar jam 3 sore oleh seorang teman, tetapi jangan tanya bagaimana 10 orang bisa dimuat dalam 1 mobil (susunan ikan kembung pastinya). Sampai di basecamp kami tidak langsung naik (benar-benar pendakian nyantai), diskusi yang belum selesai dirumah dilanjutkan lagi disini sambil menikmati bala bala (bakwan) dan secangkir kopi, baru sekitar jam 5.30 sore kami mulai naik.
image
image

Track pendakian Papandayan ini berbatu-batu tetapi tidak terlalu menanjak, bau belerang dari kawah sangat menusuk hidung (sebaiknya bawa masker).

image

image

Setelah 2 jam perjalanan kita tiba di pos kedua kedua pendakian dan kita diwajibkan untuk melapor kembali. Ditempat ini ada warung-warung tempat beristirahat sambil minum kopi/teh panas ditemani gorengan panas, lumayan menghangatkan badan ditengah hembusan angin malam yang dinginnya menusuk kulit. Dari pos ini ke Pondok Saladah sekitar 1 jam lagi dan akhirnya kami pun sampai sekitar jam 9 malam setelah perjalanan 3.5 jam (normalnya sih 2-3 jam). Cowok-cowoknya menyiapkan tenda (keren deh, tenda kami diantara bunga-bunga edelweis) dan cowok-cowok ini juga yang memasak (ceweknya cuma berdua, so we deserve to get spoiled, don’t we??).
image
Di lokasi camping ini ada juga yang jualan minuman dan makanan kecil lainnya, sedikit merusak “feel” of the camping. Langit malam ini dipenuhi bintang-bintang, aku paling suka pemandangan indah ini. Berbaring di rerumputan, menatap tebaran bintang dilangit sambil mendengarkan musik dan sesekali  memejamkan mata, mencoba melukiskan pemandangan indah ini didalam pikiran berharap bisa aku bawa pulang.

image

Bangun pagi (sebenarnya memang tidak bisa tidur sih), berharap mendapatkan sunrise tapi ternyata dari pondok saladah ini view sunrise terblock dengan bukit-bukit yang mengelilinginya tapi malah memperlihatkan pemandangan yang indah, gradiasi warna pohon-pohon dibukit yang disinari matahari, seolah olah warna pohon-pohon di bukit tersebut terdiri dari dua warna, cakeeeeeep.
image
image
image

Oh iya, saat sarapan kami dikejutkan dengan suara penjual tahu yang berkeliling, awalnya kami kira itu suara orang-orang iseng tetapi ternyata penjual benaran, ampuuuun udah kaya dirumah aja. Orang-orang yang camping disini pun kurang menjaga kebersihan, membuang sampah sembarangan, mungkin karena medan yang gampang untuk sampai Pondok Salada ini, yang datang kemari bukan hanya grup pencinta alam tetapi banyak juga warga lokal.

Untuk jalur pulang kami tidak akan melalui jalur yang kemarin karena akan lebih jauh jika kami ingin Summit, tetapi akan turun dari Death Forest dengan medan yang lebih berat. Untuk mencapai puncak bisa melalui 2 jalur yaitu jalur Spider (langsung ke puncak Gunung Papandayan) dan jalur Death Valley (jalur ke puncak melewati Tegal Alun )
image
image
Jarak Pondok Salada ke Death Forest sekitar setengah jam, tempat ini merupakan salah satu keunikan dari gunung ini, merupakan hamparan pohon-pohon kering menghitam yang disebabkan oleh erupsi Gunung Papandayan tahun 2002. Karena medannya yang terjal, yang ikut summit hanya aku, Harry dan Debi yang diguide kang Firman sementara yang lain menunggu di Death Forest.

image

Jarak dari Dead Forest-Tegal Alun (padang edelweis) sekitar 30-45 menit dan Tegal Alun-Puncak Papandayan sekitar 45 menit -1 jam.

image

image
Kami menghabiskan waktu sekitar 2 jam dari Death Forest – Puncak 2 Papandayan, ini sudah plus photo-photo narsis di sepanjang perjalanan khususnya di Padang Edelweis. Menurut informasi kang Firman di salah sudut Padang Edelweis ini terdapat sebuah kolam, yang dikelilingi oleh bunga Edelweis tapi sayang waktu kami kesana kolamnya “raib”. Mungkin kering karena musim kemarau? Mudah-mudahan saja.
image
image
Perjalanan pulang lebih singkat, sekitar 1 jam 15 menit kami sudah sampai di Death Forest dan siap-siap untuk turun ke Basecamp David.
image
image

image

Jalur pulang ini lebih berat dari jalur kemarin, turunan yang curam dengan medan tanah yang berkerikil. Harus benar-benar fokus untuk menemukan pijakan kaki, sempat terjatuh terduduk untung jatuhnya pas di tanah yang tidak berbatu, tidak kebayang kalau jatuhnya di tempat yang berbatu. Jalur turunan ini tidak begitu panjang and menurutku pemula juga bisa ( i am beginner too)  dan really ini bisa short cut time travelling sekitar 2 jam.

image

Kami sampai di basecamp sekitar 3.30 sore, dengan pick up dan disambung dengan angkot kami kembali ke tempat kang Arif dan sekitar jam 6 kami berangkat ke terminal guntur untuk mengejar bis pukul  8 malam.
image
The journey of this trip is ended, but i’m sure there are a lot of journey waiting ahead.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s