Cafe storiez, Rome

Begitu kami berdua membuka pintu, semua mata menatap kearah kami yang membuat kami sedikit salah tingkah. Mungkin mereka merasa penasaran (atau takjub?) dengan tampang asia kami? Para waitressnya yang kebetulan cowok semua melayani kami tanpa berhenti tersenyum dengan bahasa Inggris yang pas-pasan dilengkapi dengan bahasa isyarat dan saya merasa sepertinya pelanggan yang lain masih memperhatikan kami bahkan sampai kami duduk di salah satu meja yang kosong menunggu pesanan.

Tak lama kemudian waitressnya datang mengantarkan 2 gelas minuman dan 3 roti, padahal kami cuma mengorder 2 dan aku realize bahwa roti yang satunya lagi adalah roti yang awalnya aku pesen tapi akhirnya aku cancel tapi mereka sepertinya tidak mengerti. Saya berusaha mengatakan pada mereka bahwa roti tersebut dicancel tetapi mereka gagal mengerti, si waitress itu berusaha menjelaskan bahwa roti tersebut juga aku order. Untuk menghindari tatapan pelanggan yang dari tadi sepertinya masih memperhatikan kami, akhirnya aku meminta untuk dibungkus saja, toh sudah dibayar juga. Masih dengan perasaan gamang pada saat keluar pun aku masih merasakan tatapan mata mereka mengantarkan kami keluar, mungkin begini juga kali ya pada saat mereka datang ke negara kita dan banyak orang orang yang menatap aneh, penasaran dan kagum (mungkin?). Saat saya menceritakan hal ini kepada teman yang menunggu di mobill, dia hanya tertawa. Terlepas dari pandangan mereka semua, roti pizza yang saya order sangat enak’, I love the food.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s