Beaches Time & Padang City(Part 3:Pulau Pagang)

Untuk menuju pulau ini bisa dicapai dari Bungus atau dari Nagari Sungai Pinang. Tidak ada kapal komersial ke pulau ini sehingga kita harus menyewa boat dari Bungus (Rp. 800.000 – Rp. 1.000.000, kapasitas 5-7 orang) atau mengambil paket Rp.250.000/orang. Sementara dari Nagari Sungai Pinang, kita bisa sewa kapal nelayan tariff Rp. 200.000 – Rp. 300.000 atau bisa juga mengambil paket dari  “Ricky Beach House” pemilik homestay disana. Desa ini merupakan desa yang terpencil yang kondisi jalannya masih jelek, sehingga transportasi juga sulit, harus sewa mobil atau ojek. Desa ini seperti penduduknya masih sangat ramah dan suka menolong, kita bisa saja mendapatkan penginapan gratis dengan tinggal dengan mereka. Rencana awal kami adalah menuju pulau Pagang dari Nagari Sungai Pinang ini setelah berhasil nego dengan driver kami untuk mengantarkan ke Nagari Sungai Pinang dengan menambah beberapa ratus ribu lagi, tapi sayangnya kami sampai di Bungus sudah terlalu sore sehingga niat untuk melanjutkan ke Nagari Sungai Pinang batal dan akhirnya berangkat ke Pagang dari Bungus.

Pagi ini Bungus dilanda mendung dan ombak tinggi menerjang pantai di di depan penginapan, saking tingginya kapal yang ditambat di depan penginapan pun hampir terseret ombak, untung masih sempat diselamatkan oleh pemiliknya, kami agak was-was, jangan-jangan itu kapal yang akan kami pergunakan nanti, untungnya bukan.

Misi menyelamatkan kapal
Misi menyelamatkan kapal

Setelah sarapan kami akhirnya berangkat sekitar pukul 08.00 pagi, ombak masih agak kencang beberapakali menerpa kapal kami. Setelah sekitar 45 menit perjalanan kami bisa melihat Pulau Sikuai yang sangat terkenal itu, penginapan disini kelihatannya bagus sekali, tentu saja karena harganya juga lumayan mahal.

pulau sikuai dari jauh
pulau sikuai dari jauh

Kami berencana untuk singgah sebentar disini waktu perjalanan pulang, ya kita bisa singgah sebentar ke pantai Sikuai ini jika tamu resort tersebut tidak sedang ramai.

view menuju pulau Pasumpahan
iew menuju pulau Pasumpahan

Kami sampai di pulau Pagang sekitar 9.30am (jarak Bungus-Pagang sekitar 1-1.5jam) saat tiba ada beberapa group yang sedang camping di pulau ini.  Memang di pulau ini kita bisa ambil paket camping walaupun sebenarnya ada homestay/cottage yang bisa disewa disini.

misi menyelamatkan sandal
misi menyelamatkan sandal

image

 

 

Pulau Pagang ini masih kosong, belum begitu terkenal tetapi sebenarnya punya potensi yang bagus untuk pariwisata, mudah-mudahan nantinya tidak seperti pulau-pulau lain di sekitarnya yang sekarang telah banyak dikelola oleh pihak asing seperti Sikuai, pulau Cubadak dan beberapa pulau lainnya. Katanya sih spot snorkelingnya bagus, tetapi waktu kami tiba ombak masih kencang sehingga butuh tenaga extra untuk berenang, jadi untuk sementara kami menghabiskan waktu bermain ombak sambil menikmati suasana sepi di pulau ini.
image
Baru sekitar jam 11.30am ombak sudah mulai bersahabat dan langit biru pun mempercantik suasana dan akhirnya kami bisa snorkelling. Di pulau ini kita snorkeling di bibir pantai, ikan-ikan tidak begitu banyak tetapi karang-karangnya lumayan bagus tetapi tidak begitu colourful.
image

Setelah puas snorkelling kami menikmati makan siang dan berangkat pulang menuju Sikuai tetapi sayang saat di jetty Sikuai sudah tampak beberapa boat yang tertambat sehingga nahkoda kapal pun membawa kami ke salah satu pulau kosong di sekitar Sikuai, berjarak sekitar 20 menit  yaitu Pulau Pasumpahan.

image

Pemandangan saat menuju pulau ini sangat indah, kita seolah-olah memasuki teluk yang diapit oleh beberapa bukit di kiri dan kanan. Begitu kapal berlabuh di pinggir pantai kami seperti berada di tempat lain, pantainya sangat indah.

wpid-collage_20140812185930945.jpg

 

Saya sangat menyukai gradiasi warna lautnya disini, seolah olah kita melihat 3 warna air, hijau kecoklatan, hijau dan biru. Hanya kami yang ada disini ditemani kapal yang sedang berlabuh, sepertinya mereka sedang menjaring ikan. Pantainya memang tidak sepanjang pantai di Pagang tapi pesona yang ditawarkan tidaklah kalah dengan Pagang. Puas menikmati pantai dan berfoto kami meninggalkan pulau ini menuju Bungus dan bersiap-siap untuk menuju Padang.
image
Penginapan ini berada di pinggir jalan, sehingga cukup keluar dari komplek penginapan kita langsung bisa menunggu angkot menuju Padang (tariff Rp. 5000), berjarak sekitar 20 menit. Angkot berhenti di terminal Padang (dekat pasar) dari sini kita harus naik Bendi untuk sampai ke penginapan yang terletak di perumahan yang dikelola oleh orang Indonesia, kebanyakan tamu yang menginap disini adalah orang-orang expat yang hendak/baru pulang dari Mentawai. Penginapan ini sangat strategis karena dekat dengan pusat oleh-oleh Christine Hakim, tempat wisata kuliner, dan juga jembatan Siti Nurbaya. Kami hanya ada waktu seharian di kota Padang karena besok siang akan kembali ke Jakarta.
Tanpa membuang waktu kami berjalan ke pantai Padang untuk menikmati sunset, dan kami sedang beruntung karena sunset sore ini tampak sangat indah sayang pantai Padang ini kurang dijaga dengan baik, banyak sampah dimana-mana.

 
image

image

Setelah membeli oleh-oleh, kami menikmati es durian Ganti Nan Lamo yang terkenal di Padang (wajib coba) dan mampir ke jembatan Siti Nurbaya tetapi jembatan ini sangat dibawah expektasi kami, hanya seperti jembatan layang biasa yang tidak terlalu megah dan di sepanjang jembatan tersebut banyak penjual makanan & minuman, tempat ini dipergunakan oleh kaum muda untuk nongkrong dan bahkan berpacaran.

Good night Padang, see you in another time.

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s