Europe, Die Die Must Go(Part 11 :Geneva,Lucerne-Switzerland)

Hari ini kita akan memulai leg kedua perjalanan explore Europe, yaitu Switzerland dan Amsterdam. Switzerland merupakan salah satu negara yang termahal di Eropah dan  walaupun negara ini termasuk salah satu anggota Uni Eropah, mereka tidak menggunakan Euro sebagai mata uang tetapi CHF, yang ratenya lebih tinggi. Negara ini terkenal dengan pemandangan alamnya, salah satunya karena Pegunungan Alpens membentang di negara ini sehingga banyak “gunung-gunung” es abadi  sebagai tujuan wisata di negara ini. Sama seperti negara Eropah lainnya, banyak tourist pass yang bisa kita pergunakan disini, sesuaikan saja dengan kebutuhan kita masing-masing.

Geneva
Kota pertama di Switzerland yang kami kunjungi adalah Geneva, sekitar 1.5 jam dari Lyon dengan kereta cepat TGV. Kota ini merupakan kota terpadat kedua di Switzerland, jugq salah satu pusat markas organisasi dunia berada (seperti PBB, Red Cross, kantor kedutaan, dll). Transportasi yang bisa digunakan di sini adalah bus, tram, boat (‘mouette’) dan kereta.
image
Danau Geneva merupakan salah satu danau terbesar di Eropah Barat dengan “Jet D’Eau”-nya yaitu air mancur yang dipompa yang tingginya bisa sampai 140m (dari jam 10am-11pm) merupakan salah satu iconic wisata di Geneva. image
Dari stasiun kereta Cornavin, kami berjalan nyantai mengikuti peta  ke English Garden (Jardin Anglais) yang berada di Quai Gustave-Ador, disini ada “jam bunga”.
image
Dari taman ini kita bisa juga menyaksikan “Jet D’Eau” atau  kalau mau lebih dekat dengan resiko kecipratan bisa ke Jetty “Eaux Vives” masih di area Quai Gustave-Ador. Di sekitar area ini kita bisa mengunjungi taman yang lain yaitu “Parc La Grange”, merupakan taman terluas di Geneva yang didalamnya ada taman bunga mawar dan juga bangunan teater, dimana sering diadakan konser gratis di musim panas dan satu lagi Eaux Vives Park lokasinya sangat berdekatan dengan Parc La Grange, dan ditaman ini ada kastil yang sekarang digunakan sebagai restaurant.

image
Sambil relaxing kita bisa menikmati air mancur ini di kursi-kursi yang telah disediakan di taman sambil melihat aktivitas orang lokal, tempat ini digunakan juga sebagai area untuk jogging karena udaranya yang nyaman dan bersih.Sebenarnya keindahan air mancur akan lebih terlihat di malam hari tetapi malam ini kami harus berangkat ke Lucerne.image
Sambil mengisi waktu yang masih tersisa kami mencoba naik boat di danau ini ke salah satu station (lupa namanya) yang jaraknya tidak terlalu jauh, yang penting nyoba dan dari station boat ini kita mengexplore kota tua Geneva. Tempat makan di daerah ini kebanyakan tidak begitu besar tapi terkesan exclusive, sehingga setiap mau masuk kami agak ragu takut dicharge kemahalan tetapi karena perut sudah menjerit kami akhirnya makan di salah satu tempat yang terlihat seperti “tempat makan”. Tempatnya seperti bangunan rumah tua, pintunya tertutup (tapi ada tulisan “buka”) dan diatas daun pintu ada tulisan nama restaurant ini, dari kaca jendela terlihat “tempat makan” ini nyaman sehingga masuklah kami dan mengorder yang paling murah (yg murah saja CHF 15-30) padahal cuma salad, makanan di daerah ini benar-benar mahal.
image
Geneva gampang diakses dengan berjalan tetapi nama jalan yang pergantian nama jalan yang cepat (kadang kurang dari 1 km nama jalannya sudah berbeda) pejalan kaki sering bingung tetapi untungnya orang-orang di kota ini bahasa Inggrisnya bagus sehingga tidak begitu sulit untuk menemukan path yang benar kembali.
image

Lucerne
Kami tiba di Lucerne sore hari, begitu keluar stasiun kereta kita sudah bisa melihat danau dengan background kota dan gunung, sangat bagus.Dengan bacpack yang masih di punggung kami mau ke hostel dulu sehingga kami ke halte bus dekat stasiun kereta dan naik bus ke ke hostel. Setelah check in kami pun langsung keluar lagi karena kami hanya punya waktu untuk explore kota ini.
image
Kami jalan menyusuri Sungai Reuss yang mengalirkan air dari Danau Lucerne. Kedua sisi sungai banyak bangunan beraksitektur menarik. Jembatan Kapel (Kapellbrücke) memiliki panjang 204 . Di tengah danau berdampingan dengan jembatan terdapat menara air tua atau Wasserturm. Bangunan menara air tersebut berbentuk persegi dengan atap berbentuk prisma persegi enam yang ujungnya runcing, pada tiang penyangga atap terdapat lukisan dari abad 17 yang mengisahkan sejarah kota Luzerce.
image
image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s