Europe, Die Die Must Go (Part 5:Rome, Italy)

Budget airlines Ryan air akan membawa kami terbang dari Madrid ke Roma, tiket yang ditawarkan memang sangat murah khususnya bila kita beli jauh-jauh hari tetapi “kondisinya” agak mengecewakan. Sebelum masuk ruang tunggu, tas kita harus diukur dengan cabin measurement dan bila tidak bisa “fit in” tas kita tidak diijinkan masuk cabin. Dan inilah yang terjadi pada saya, backpack saya disarankan untuk check in ke bagasi, padahal saya tidak membeli bagasi. Sebenarnya isinya tidak banyak dan tidak begitu besar tetapi saya menyusunnya tidak rapi sehinggga tidak ramping. Saya menolak dan “merapikan” isi tas agar bisa masuk dalam alat ukur tersebut dan setelah mencoba lagi untuk kedua kalinya, backpack saya akhirnya lolos. Ruang tunggunya kecil, tas tanganpun harus dimasukkan kedalam backpack, kursi penumpang seperti kursi ruang tunggu rumah sakit dan leg space yang begitu sempit.Budget airlines di negara kita jauh lebih bagus.

Kami tiba di Ciampino Airport Roma setengah jam lebih cepat, sehingga harus menunggu teman yang menjemput, hari  pertama di Roma seorang teman lokal akan mengantarkan kami explore kota ini. Sebelum ke hostel untuk drop barang, kami singgah di sebuah cafe & bakery untuk mengisi perut dan something funny happen here.
image
Hostel kami di Roma sangat bagus, merupakan apartment yang difungsikan sebagai homestay. Lift apartment ini merupakan lift private jadi pemilik apartment harus menjemput kami ke lantai 1 karena lift yang digunakan harus memakai access card dan disini ada cerita yang memalukan. Apartemennya sangat cozy, dan kamar kami sangat luas, seperti kamar deluxe di hotel kata pemiliknya sih diupgrade karena kamarnya pada penuh.
image
image

Ditemani dengan teman lokal kami menuju Colosseum, tetapi menemukan tempat parkir sangat sulit, kami harus berputar putar entah untuk keberapa kalinya sampai akhirnya berhasil menemukan tempat parkir. Diluar Collosseum banyak orang-orang yang berpakaian gladiator, kita bisa berfoto dengan mereka tetapi dengan bayaran yang cukup tinggi.
image
Kami melanjutkan perjalanan ke Roman Forum tepat disebelah Colloseum yang juga tinggal reruntuhan dan disitu juga terdapat makan Julius Caesar. Sepanjang perjalanan teman saya bercerita mengenai sejarah Roma dan juga sejarah tempat tempat yang kami kunjungi. Perjalanan dilanjutkan kembali dan kali ini kami menaiki sebuah tanjakan ke belakang Roman Forum, dari atas sini pemandangan ke Roman Forum dan Colloseum kelihatan sangat jelas.

Karena takut akan sulit menemukan parkir lagi, kami naik metro ke Piazza Spagna, Spanish Step yaitu tempat dimana Fashion Show sering dilakukan.
image

Dari Spanish Step kami berjalan melalui jalan yang terkenal di Roma, yaitu Via Condotti tempat hampir semua merek terkenal Italy membuka toko.
image
Kami juga melewati Campo de’ Fiori, banyak tenda tenda penjual buah-buahan dan souvenir disini, menyusuri jalan yang sempit kami sampai di kuil Pantheon, dari luar bentuknya sih biasa saja, tetapi didalam bentuknya seperti kubah.
image
Pantheon dulunya adalah kuil pemujaan dewa, masih terlihat patung patung dan lukisan yang cukup kental disini. Tetapi fungsi tersebut sekarang berubah jadi Gereja, disini juga tersimpan makam pelukis Raphael dan Vittori Emanuele. Di depan Pantheon terdapat banyak restoran, penjual coffee dan gelato. Mampir sebentar di gelato untuk membeli ice cream dan menikmati ice cream disuhu masih dibawah 10”.
image
image

Dari sini kami terus berjalan ke arah Piazza Del Papolo menuju Gereja Santa Mario Del Popolo, karena teman saya ingin menunjukkan lukisan favoritnya karya Caravaggio dan setelah menemani dia menikmati lukisan favoritnya tersebut kami berjalan ke Trevi Fountain. Ada mitos disini, bahwa kalau kita melempar koin ke kolam air mancur ini dengan posisi membelakangi air mancur dan membuat wish, maka suatu saat nanti kita akan kembali ke Roma.
image
image

Hari sudah mulai gelap dan angin mulai bertiup dingin sehingga kami kembali ke hostel untuk mengambil winter coat sambil menunggu teman yang lain untuk join dinner dengan kita. Sesuai dengan request, kami dibawa ke restoran yang katanya cukup terkenal menjual makanan Italia dan memang restoran tersebut sudah penuh, untungnya meja kami sudah direserve sehingga kami tidak perlu menunggu lama. Di restoran ini, pemiliknya sangat ramah, berinteraksi dengan semua pelanggannya dan ternyata teman saya ini merupakan pelanggan di restaurant ini. Di sini aku juga punya cerita yang agak sedikit membuat malu.
image
Setelah dinner mereka mengajak kami ke sebuah bukit, untuk melihat kota Roma dimalam hari dan menurut mereka biasanya banyak kawula mula yang pacaran disini.  Untuk sampai kesana kami melewati Vatikan sehingga kami sempat untuk mengambil photo disini.
image

Karena malam sudah larut dan udara dingin yang mengigit, kami kembali ke hotel untuk beristirahat. Thanks friend, today you are such a good guide for us.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s