Exploring Hongkong (Part 3: Museum, Markets & “The Unforgetable” Temple)

Hari ini rencananya kami mau explore beberapa pasar unik yang ada di Hongkong, museum dan vihara yang informasinya saya dapatkan di brosur “Visit Hongkong” di bandara, wondering apa yang begitu menarik disana sampai-sampai bisa masuk list brosur tersebut.

image

Science Museum, Tsim Sha Shui
Lokasi museum ini berdekatan dengan Museum of History, sehingga bisa mengunjunginya sekaligus. Museum ini lebih banyak dikunjungi keluarga bersama dengan anak mereka, karena di sini lebih seperti tempat eksperimen dengan alat-alat yang berhubungan dengan sains dan teknologi bahkan pengunjung bisa langsung berpartisipasi di berbagai wahana di museum tersebut.
image

image

Jade Market, Kansu dan Battery Street (MTR Yau Ma Tei)
Di tempat ini menjual berbagai macam liontin, batu giok, cincin, gelang, ukiran, dan benda berbahan batu lainnya, pasar ini buka dari jam 10.00 sampai dengah sore hari 17.00. Dari MTR stasiun kita tinggal berjalan saja sekitar 10-15 menit untuk sampai ke Jade Market ini. Kita menghabiskan waktu yang cukup lama disini karena kita pecinta accesoris, jade yang dijjual disini pun variatif mulai dari harga yang paling murah sampai yang paling mahal. Bagi yang tidak familiar dengan jade agar hati-hati karena ada juga penjual yang tidak jujur apalagi sejak tempat ini ramai dikunjungi oleh turis, kita juga harus pintar pintar nawar.

Jade market 2
Jade market 2

jade market
Western Market, Des Veoux Road Central (MTR Sheung Wan Station)

image

Tempat shopping ini merupakan salah satu pusat belanja yang menggunakan bangunan bersejarah peninggalan kolonial Inggris pada jaman dahulu. Masih terlihat unsur-unsur kolonial Inggris yang kental seperti box telepon umum dan patung pasukan kerajaan yang menghiasi pintu masuk. Bangunan ini dulunya difungsikan sebagai museum namun pertengahan kemudian dialih fungsikan menjadi tempat shopping.

image

Tempat ini dikhususkan menjual berbagai kerajinan seperti keramik dan kristal, pakaian dalam bentuk kain hingga beberapa outlet yang menyajikan makanan khas budaya barat yang sudah tercampur cita rasa ala Cina dan Hong Kong. Saya sangat menyukai arsitektur bangunan tersebut. Untuk menuju kesini cukup berjalan kaki dari MTR Sheung Wan Station.

image

Vihara Man Mo, Hollywood street (MTR Sheung Wan Station)
Dari referensi tourism map yang kami dapatkan di airport, rasa ingin tahu membawa kami ke vihara ini. Dengan membawa map kami berjalan dari MTR terdekat, dilihat dari petunjuk yang ada di map sebenarnya lokasinya tidak begitu jauh.

image

Setelah berjalan sekitar 20 menit, kami tidak bisa menemukan lokasi vihara ini walaupun menurut kami, kami sudah berada di jalan yang benar. Kami berusaha menanyakan informasi kepada orang lokal tetapi sebelum kami bertanyapun, mereka sudah berusaha menghindar, menggelengkan kepala atau melambaikan tangan memberi sign “saya tidak tahu” atau “saya tidak mengerti” atau “saya tidak bisa membantu”? Entahlah, kalau memang karena kesulitan bahasa, kan seharusnya bisa menggunakan bahasa isyarat karena kami jelas-jelas menunjukkan gambar vihara yang kami bawa dan juga map. Hal ini tidak hanya berlangsung sekali, tetapi berkali-kali sehingga saya menyimpulkan orang lokal Hongkong kurang helpful.

Akhirnya pos-pos polisi lah yang menjadi tempat bertanya kami, untungnya mereka mau menolong walaupun dengan bahasa inggris yang pas-pasan. Begitu mendapatkan informasi dari pak polisi, kami seolah mendapat pencerahan bagaimana harus menuju ke tempat ini tetapi begitu sudah berjalan agak jauh, kami seperti kehilangan arah lagi. Entah sudah berapa kali kami memasuki pos polisi untuk bertanya, tak juga kami berhasil menemukan arah yang benar. Setelah hampir 3 jam mutar-mutar tak tentu arah, kaki mulai terasa pegal dan kami memutuskan untuk kembali ke apartemen, tetapi di saat-saat terakhir seorang lokal mengatakan bahwa kami sudah sangat dekat, semangat kami kembali menggebu dan meneruskan misi tersebut. Tetapi kami kecewa dengan apa yang kami dapati, vihara ini sangat kecil (dari luar tidak berkesan sebagai vihara malah) dan lebih apesnya lagi, vihara tersebut sedang tutup sehingga kami hanya bisa mengintip dari balik pagar, menebak-nebak didalamnya seperti apa.

image

Yang kami bisa lakukan pada saat menemukan vihara ini adalah tertawa terbahak-bahak, menertawakan kami tetapi sungguh bagaimanapun pengalaman ini tak akan pernah bisa kami lupakan.

Dari hasil searching di mbah google, ternyata didalam vihara ini begitu unik.

Inside Man Mo Temple
Inside Man Mo Temple
Inside Man Mo Temple
Inside Man Mo Temple

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s