Journey to El Nido-Palawan (Part 1 – Manila)

Thanks to tiket promo dari CebuPacific, saya akhirnya bisa berangkat ke El Nido, Palawan. El Nido merupakan wisata pantai dengan tebing tebing batu, kalau dilihat sekilas mirip mirip dengan Halong Bay. Untuk menuju tempat ini ini kita harus terbang lagi ke Puerto Princesa dan dilanjutkan dengan naik bus ke El Nido kurang lebih 5 jam.
Berikut ini rute yang bisa ditempuh menuju El Nido:
1. Jakarta – Manila by flight
2. Manila – Puerto Princesa by flight
3. Puerto Princesa – El Nido by bus (Roro bus, cost PHP 380) atau van (cost PHp 500)

Day 1, 5 June 2014

Tiket promo Jakarta-Manila-Jakarta yang saya dapatkan sekitar Rp 600.000, berangkat jam 12.30am dari Jakarta dan mendarat di Terminal 3 Ninoy International Airport, Manila pukul 06.00am. Schedule pesawat kami ke Puerto pukul 15.40, jadi kami masih punya waktu sekitar 6 jam untuk explore kota Manila. Tujuan kami adalah Intramuros,merupakan kota tua di dalam benteng. Untuk menuju kota Manila dari terminal 3 bisa dengan naik Jeepney dan juga naik Shuttle bus airport-ESDA mrt dan dilanjutkan dengan MRT atau LRT, tergantung tujuan kita. Untuk menghemat waktu kami naik shuttle ke ESDA station (cost PHP 20, jarak tempuh sekitar 30 menit). ESDA ini merupakan pemberhentian terakhir shuttle ini, sehingga kita bisa duduk manis (pengalaman pertama naik shuttle, kami sampai 3 kali menanyakan kepada penumpang lain apakah kami sudah sampai EDSA station) 😀

image

 

Manila view
Manila view

Dari terminal shuttle, cukup berjalan kaki saja ke EDSA station (sekitar 5 menit) dan di sekitar station banyak pedagang kaki lima (benar benar sama dengan Jakarta). Sistem tiket disini masih manual, jadi kita harus antri membeli tiket di ticket office. Tiket office untuk MRT dan LRT berbeda jadi pastikan mau beli tiket apa dan perhatikan petunjuk arahnya, karena kalau salah tidak bisa muter balik karena setiap station jalur masuk dan keluar sudah dibuat terpisah walaupun hanya dibatasi dengan tali.

Dari EDSA station ke Intramuros, kita harus mengambil LRT line 1 lalu turun di Central station (cost PHP 15), dari sini cukup berjalan kaki ke lokasi Intramuros (kurang lebih 15-20 menit). Tidak ada penunjuk jalan yang jelas jadi bertanya adalah solusinya.

Begitu memasuki kawasan Intramuros ini, kita seakan masuk ke dunia lain dari kota Manila, bangunan-banguan tua disini masih terawat rapi dan hampir semua bangunan masih dipergunakan. Kawasan ini cukup luas, kalau mau explore semuanya bisa hire trycyle (cost sekitar PHP 200-300,negotiable) sekitar 30 menit.

Bangunan di dalam Intramuros
Bangunan di dalam Intramuros

Kami memutuskan untuk berjalan sendiri saja karena lokasi bangunan yang kami akan datangi cukup berdekatan sambil menikmati suasana disini. Bangunan yang akan kami kunjungi adalah :

1. Gereja San Agustin (entry fee PHP 100), gereja ini merupakan gereja Katolik tertua di Manila yang diakui sebagai salah satu World Heritage Site UNESCO. Sebagai salah satu objek wisata di Intramuros ini, biasanya Gereja ini ramai pengunjung tetapi karena memang bukan holiday season waktu kami kemari suasana Gereja sangat sepi, hanya ada beberapa petugas dan beberapa wisatawan. Museum gereja terdiri dari beberapa ruangan pameran, seperti patung-patung para santo, lukisan  peralatan yang dipergunakan pada acara-acara besar Katolik dan ada juga sebuah ruangan yang membuat kami terpana, ruangan yang berisi nisan-nisan  yang dipasang di dinding. Awalnya saya pikir itu adalah nisan-nisan lama, tetapi begitu memperhatikan sekeliling ruangan ternyata ada juga nisan yang masih baru. Selidik punya selidik ternyata ruangan ini dulu untuk makan biarawan-biarawan namun pada tahun 1932 diubah menjadi mausoleum bagi para biarawan dan keluarga keluarga Filipina. Bagi saya ruangan ini menjadi daya tarik sendiri, karena belum pernah saya menemukan ruangan seperti ini di gereja-gereja yang pernah saya kunjungi.

San Agustin Church
San Agustin Church
Atas: Dekorasi Gereja,Bawah:Corridor Museum
Atas: Dekorasi Gereja,Bawah:Corridor Museum

Atas:Taman dalam komplek Gereja dan Museum, Bawah:Taman di belakang museum

Di seberang Gereja ini adalah Casa Manila merupakan tiruan rumah bangsawan Spanyol, karena keterbatasan waktu kami hanya numpang photo diluar saja dan melanjutkan perjalanan ke Manila Cathedral.

Jalan di depan Casa Manila
Jalan di depan Casa Manila

2. Manila Cathedral (free entry), ruangan misa gereja ini lebih luas dibanding dengan Gereja San Agustin dan kalau menurut saya interior San Agustin lebih indah dibanding Gereja ini.

 

Manila Cathedral
Manila Cathedral
Interior Manila Cathedral
Interior Manila Cathedral

Tepat disebelah kiri Gereja ada bangunan Palacio de Governor, yang awalnya merupakan tempat kediaman dan kantor Gubernur Jenderal Spanyol, tetapi sekarang beralih fungsi menjadi kantor administrasi Intramuros. Sementara disebelah kanan Cathedral berdiri Plaza de Roma, awalnya tempat ini digunakan untuk atraksi adu banteng dan acara-acara public lainnya tetapi pada tahun 1797 berubah fungsi menjadi taman.

Palacio de Governor
Palacio de Governor

 

3. Fort Santiago (entry fee PHP 75), dari Cathedral kita cukup berjalan kaki saja ke ke Fort Santiago kira kira 20 menit. Komplek benteng ini cukup luas  dari gerbang utama kita berjalan sekitar 8-10 menit atau bisa juga naik Kalesa (tapi harganya mahal). Benteng ini dulunya adalah pusat pertahanan Manila yang dibangun Raja Sulaiman tetapi masih dengan struktur kayu baru pada saat diambil oleh Spanyol, benteng diperkokok dengan batu. Di benteng ini juga salah satu pahlawan Filipina,  Jose Rizal, ditahan dan dieksekusi mati.  Di benteng ini terdapat juga penjara bawah tanah yang juga  digunakan sebagai tempat penyiksanan tahanan.

Fort Santiago
Fort Santiago
Gerbang Fort Santiago
Gerbang Fort Santiago
Inside Fort Santiago
Inside Fort Santiago
Bawah:Kalesa
Bawah:Kalesa

Setelah puas di Fort ini, kami melanjutkan perjalanan ke  Rizal Park.  Dari Fort Santiago kami naik Jeepney (PHP 8) ke arah Luneta (dibantu dua orang lokal Manila yang baik hati yang tujuannya searah). Sebenarnya tujuan utama adalah Manila beach, tapi ternyata dari Rizal Park ini harus berjalan lagi cukup jauh, jadi terpaksa kami batalkan untuk melihat beachnya. Rizal Park sendiri cuma taman biasa dengan monumen Jose Rizal .

Dari Rizal Park kami rencana naik taxi ke bandara, tetapi karena takut kejebak macet, kami kembali naik LRT, dari Rizal Park LRT terdekat, United Nation Avenue Station (UN Avenue), jalan kaki  kurang lebih 15-20 menit. Sampai di bandara 2 jam sebelum keberangkatan ke Puerto Princessia, perjalanan lebih cepat karena jalanan dari ESDA MRT Station tidak macet.

Continue to Part 2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s