Train ticket issue – Venice

Dengan santai kami menuju bagian informasi untuk menanyakan platform train yang akan membawa kami ke Lyon. Tetapi begitu  petugasnya melihat print-an ‘ticket’, ia mengatakan bahwa kertas tersebut hanya itinerary jadi bukan tiket yang berlaku. Menurutnya seharusnya itinerary tersebut kami tukar/cetak di Paris karena dibeli  di web kereta Paris.

Saya menjelaskan bahwa berdasarkan info yang ada di  web, tiket tersebut bisa ditukar di Roma seperti yang tertulis di web nya (sebenarnya web nya bahasa Perancis yang saya translate dengan google), tetapi si petugas menjelaskan bahwa saya salah dalam memilih option dan kami harus membeli tiket baru ke Paris yang harganya sudah 2 kali lipat dan bahkan tidak ada seat yang tersedia. Kami panik, tiket kami yang cukup mahal akan hangus dan kemungkinan besar kami harus tinggal 1 malam lagi, mencari hotel dan harus membeli tiket lagi untuk keberangkatan besok.

Aku menginformasikan kejadian tersebut pada teman saya yang di Paris dan dia menyarankan agar kami naik kereta ke Milan besok pagi dan akan dijemput di Milan. Melihat kami agak bingung dan mungkin kasihan, si petugas menyuruh kami untuk menemui kepala masinis kereta yang tertera di tiket kami dan melihat apakah dia bisa membantu. Dengan bersemangat dan mengejar waktu yang sudah sempit, kami menuju platform kereta dan mencari sang kepala masinis. Dengan tas ransel yang cukup besar di punggung, kami mencari sang masinis yang jujur kami tidak tahu yang mana. Kami menghampiri seorang petugas yang ada di platform dan menjelaskan bahwa kami ingin bertemu dengan kepala masinisnya,menjelaskan dengan singkat dan menunjukkan “tiket” kami. Entahlah dia mengerti atau tidak, tapi dia mengambil tiket kami dan menyuruh kami menunggu. Kami menunggu dengan worry karena kami juga lupa menanyakan namanya, sempat terpikir bagaimana kalo tiket kami tidak dikembalikan? Bagaimana kalau dia tidak muncul hingga kereta berangkat? Saat itu kami benar2 sudah pasrah, tetapi untunglah tak lama kemudian dia muncul dengan seseorang yang kami duga sebagai kepala masinis dan tersenyum ke arah kami dan menyuruh kami mengikutinya kedalam gerbong kereta. Sambil berjalan dia menanyakan bagaimana hal tersebut bisa terjadi dan dengan suara mengiba dan wajah memelas, saya menjelaskan mungkin karena misunderstanding di web nya dan ia menjelaskan sebaiknya next time bagusnya membeli tiket langsung dari web negara yang kami tuju sehingga hal ini tidak akan terjadi. Tetapi si kepala masinis sangat baik, mungkin juga karena kasihan melihat kami sehingga ia mengijinkan kami untuk naik kereta menuju Paris setelah mengantarkan kami ke sebuah room dengan 4 bed seperti yang tertera di tiket dan nomor bed kami. Setelah meminta paspor kami untuk dikeep karena kami tidak punya tiket asli, mereka meningalkan kami untuk beristirahat. Tetapi jujur, kami belum cukup tenang. Bagaimana kalau ini bukan bed kami, bagaimana kalo di tengah malam tiba tiba muncul penumpang lain yang mengclaim bed kami sebagai bed mereka sehinga setiap kali pintu kamar kami terbuka, kami terbangun dan melihat apakah kami akan diusir. Tetapi untungnya hal tersebut tidak terjadi, sampai sedikit masalah lain datang pada saat pengecekan tiket dan paspor. Petugasnya tidak terlalu fasih berbahasa Inggris, sehingga sangat sulit bagi kami untuk menjelaskan bahwa tiket dan paspor kami ditahan oleh kepala masinis. Dia menatap kami aneh, untunglah tak lama kemudian rekannya datang dan tampaknya dia mengetahui keadaan kami sehingga ia menjelaskan kepada petugas tersebut dan akhirnya mereka meninggalkan kami, ufff. Benar-benar malam yang mendebarkan dan melelahkan, untunglah setelah kejadian tersebut malam berlalu dengan tenang sehingga kami berisirahat. Saya terbangun pada saat kereta sudah memasuki German dan berhenti untuk menurunkan penumpang. Tak lama kemudian seorang petugas datang dan mengembalikian passport serta tiket kami, karena tiket tersebut merupakan tiket terusan untuk ke Lyon. ]

Kereta telat sampai di Paris sehingga kami menemukan kendala lain yaitu apakah tiket kami masih bisa dipakai untuk ke Lyon karena kereta yang seharusnya kami tumpangi sudah berangkat. Seorang penumpang melihat kebingungan kami dan menanyakan masalah kami dan akhirnya menjelaskan bahwa kami bisa naik kereta selanjutnya karena kesalahan bukan pada kami. Dengan bahasa Inggris yang pas pasan ia bahkan menemani kami ke mesin ticket dan membantu kami mencetak tiket kami. Dan ia terlihat suprise karena tiket yang keluar tidak hanya dua tetapi 4, yeah tiket yang seharusnya kami pakai  dari Venice-Paris juga tercetak. Dia memandang kami dan menanyakan kami bagaimana kami bisa naik kereta tanpa tiket tersebut. Kami menjelaskan bahwa kepala masinis menolong kami, karena bagaimanapun kami juga telah membayar tiket tersebut dan ia mengatakan bahwa kami beruntung, tidak biasanya kepala masinis mengijinkan hal tersebut. Yeah, kami tahu kami beruntung, terima kasih Pak masisnis dan petugas petugas di Venice yang sangat membantu. Dan akhirnya kami tiba di Lyon, dan Rita sudah ada disana untuk menjemput kami.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s