Europe, Die Die Must Go(Part 3:Sevilla, Spain)

Perjalanan Barcelona–Sevilla kami tempuh dengan night speed train, tiba di Sevilla pagi hari dengan mata dan wajah yang kuyu dan perut yang keroncongan, tetapi kami harus menemukan bus station dulu untuk keberangkatan malam nanti dengan bus sekalian untuk menitip tas di locker yang juga berada di bus terminal jadi kami tidak perlu rempong membawa bawa backpack untuk explore.

Dari train station ke bus station kita harus naik bus, berbekal peta dan tanya sana sini kami berhasil tidak tersesat. Setiap orang yang kami tanya sangat ramah dan menolong bahkan sang supir bus, mereka meremind kami untuk turun begitu bus lewat di depan bus station.
image
Setelah urusan di bus station selesai, kami mencari sarapan atau lebih tepatnya brunch, tetapi  tidak ada tempat makan yang buka kecuali beberapa tempat yang dipintu masuknya tertulis Pub & Restaurant. Berhubung karena masih ada embel embel restaurantnya, dengan pedenya masuklah kami kedalam. Pelanggannya yang hampir semuanya pria yang duduk di meja bar menatap kami begitu kami masuk pintu dan dengan bingungnya kami menatap balik. Entah karena pelayannya shock melihat wanita masuk, atau tiba tiba aneh melihat dua cewek asia, pelayannya tidak mencoba menegur/menanyakan kami mau apa, jadi kami melihat menu yang ada tetapi karena semua bahasa Spanyol yang tidak kami mengerti sama sekali dengan perut yang kosong kami keluar tempat tersebut. Kami sempat keluar masuk tempat seperti ini tanpa berhasil sama sekali mengorder karena bahasa dan juga sebagian tempat tidak menyediakan buku menu sehingga tingkat kesulitan untuk mengorder makanan atau menanyakaan apa yang mereka jual semakin sulit.
image

Ternyata restoran dikota ini  hanya dibuka pada saat makan siang dan makan malam huuuuuuf, tapi untunglah tak lama kemudian kami menemukan bakery yang lokasinya di pinggir jalan, sehingga kami bisa melihat orang yang lalu lalang. Kebetulan hari ini hari Minggu, sehingga banyak orang lalu lalang menuju gereja dengan pakaian khas Spanyol, dengan topi yang lebar dan akesoris, what a refreshing.
Setelah melepaskan lelah dan perut terisi kami mulai explore kota ini dengan membeli 1 day ride tourist bus, kita bisa naik turun dispot spot wisata. Dari open bus tour ini, kita bisa melihat semua bangunan bersejarah kota ini.
image
image
image
Setelah berkeliling dengan tourist bus, kami turun di Gereja Cathedral Seville yang sangat luas ini, bahkan gereja ini merupakan salah satu terbesar di dunia.
image
image
Salah satu icon terkenal dari gereja ini adalah Giralda Bell Tower, yang dulunya merupakan menara mesjid dan tower ini selamat dari gempa bumi yang pernah melanda area ini sehingga tower ini tetap dipertahankan dan menambahkan Christian symbol, Giralda ini sekarang merupakan symbol dari Seville. image
Tidak jauh dari cathedral ini berdirilah bangunan Royal Alcazar, merupakan benteng berbentuk istana dari Moorish style, untuk masuk kedalam kita mesti membayar entry fee dan karena waktu kami juga tidak panjang kami skip untuk masuk kedalama bangunan. Karena waktu juga sudah menunjukkan waktu makan siang kami menuju restoran terdekat untuk menyantap paela, salah satu makanan tradisional Spanyol.
image
Tidak jauh dari area Cathedral terdapat area restaurant yang sangat cozy untuk bersantai dan kami masuk ke dalam satu restoran yang cukup ramai, karena ramai berarti enak bukan ? 😀 Waitressnya sangat ramah, sempat mengajari kami sedikit bahasa Spain dan untungnya dia mengerti sedikit bahasa Inggris untuk menjelaskan mengenai pilihan  dessert dan apptizer yang tersedia, dan harganya juga cukup murah.

Perut kenyang, time to start to explore again. Tidak ada tujuan pasti, kami hanya mutar mutar historic area ini. Beberapa bangunan bangunan di kota Seville yaitu Plaza de Toros, Palace of San Telmo, Plaza de Espana, The Golden Tower, Alamillo Bridge dan banyak lagi building building indah lainnya.
image

image

Sore harinya kami kembali ke stasiun bus untuk menunggu bus keberangkatan menuju Madrid. Dalam perjalanan kami banyak ketemu orang orang homeless yang mulai mencari spot untuk berisitirahat. Miris melihat mereka harus terpaksa tidur diluar dengan cuaca seperti ini, dengan suhu masih dibawah 10” bahkan terkadang masih minus. Bahkan di stasiun bus pun ada beberapa orang lengkap dengan barang bawaan mereka mencoba beristirahat di kursi kursi ruang tunggu. Untunglah bus berangkat dengan tepat waktu sehingga kami tak perlu berlama-lama menatap pemandangan seperti itu. Perjalanan dengan bus sangat  lancar, kami tiba di Madrid sekitar pukul 6 pagi.
image
image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s