Hoi An

Bus sampai di office Sinh Tourist Hoi An pukul 6 pagi, dan saya belum melihat orang dari hotel yang seharusnya menjemput, karena kami tiba 1 jam lebih awal dari waktu yang saya informasikan ke pihak hotel. Untungnya pihak sin tourist berbaik menelepon hotel dan menginformasikan kedatangan kami. Tak lama menunggu sebuah mobil datang menjemput kami menuju hotel. Kota ini tidak terlalu ramai seperti kota tempat pariwisata lainnya, hanya sedikit orang yang berlalu lalang disini, entah karena emang bukan peak holiday atau memang tempat ini selalu quiet seperti ini.

Recepsionis menyambut kami dengan cold wet towel dan tea, sayangnya hotel full booking sehingga kami tidak bisa early check in. Karena kelaparan kami memutuskan untuk menggunakan toilet di recepsionis untuk mandi dan beres beres dan berencana segera menuju city untuk sarapan and explore kota Hoi An.  Belum selesai kami beres beres, ternyata ada tamu yang sudah check out sehingga kami bisa early check in, finally!! Dengan menumpang shulter bus hotel kami menuju old town untuk makan dan exlopre. Dan tepat di corner jalan menuju kota toa, kami menemukan penjual mie yang kelihatannya enak sehingga kami inisiatif untuk mencoba which is turn out sangat tidak mengecewakan. Sejenis mie tapi bukan pho seperti yang kami makan di HCMC. Harga mie ini relatif murah, 20.000 dong.

Dalam perjalanan ini bahasa sering kali menjadi issue, sama seperti saat kami mau mengorder 1 mangkok lagi, si penjual berasumsi bahwa kami menanyakan harganya sehingga orderan kami tak kunjung datang, untunglah ada seorang pelanggan yang at least bisa berbahasa inggris dan membantu kami untuk  mengorder, terlepas dari hal hal sepele seperti ini, issue bahasa benar benar tidak mempengaruhi perjalanan ini. Setelah kenyang makan, dengan berjalan kaki kami melanjutkan  exploring Old Town.

HOi an

Di lokasi ini banyak sekali toko toko penjual silk dan sepatu yang handmade, ada yang siap pakai atau kita bisa juga pesan sesuai dengan kita mau. Berjalan mengitari Old Town dengan cuaca 34 derajat sangatlah melelahkan sehingga kami memutuskan untuk beristirahat dan minum di central market dan pasar ini sangat bersih, menjual banyak makanan dan minuman yang tidak kami tahu bagaimana untuk mengorder. Untunglah bahasa isyarat kami berjalan dengan sangat lancar disini dan berhasillah kami mengorder minuman kami.

hoi an 1

Karena sangat kelelahan, kami kembali ke hotel untuk beristirahat dengan berjalan kaki. Sebenerna hotel menyediakan shuttle bus dari old town ke hotel tetapi harus menelepon ke hotel terlebih dahulu sehingga kami memutuskan untuk kembali ke hotel berjalan kaki sambil melihat lihat kota Hoi An dan sebelum sampai di hotel kami sempat minum lagi di penjual kaki lima dengan bahasa andalan kami, bahasa isyarat.

Setelah beristirahat beberapa jam di kamar dan cuaca sudah  mulai bersahabat, kami melanjutkan sightseeing tetapi sebelumnya mencari makan siang di seputar hotel. Sepanjang jalan Cua Dai banyak sekali restoran restoran kecil tetapi entah menapa restoran tersebut tampak sangat sepi, apakah karena jam makan siang sudah lewat atau memang terlalu banyak restoran yang tersedia? Menu yang ditawarkan disetiap restoran hampir sama dengan harga yang relatif tidak mahal, benar benar persaingan yang sangat ketat. Sudah berjalan jauh menuju arah pantai Cua Dai, kami belum menemukan tempat makan yang kami inginkan (jujur saja, sebenarnya kami tidak tahu mau makan apa lagi disini) sehingga kami memutuskan untuk menuju pantai Cua Dai yang menurut informasi dari hotel cuma berjarak 2km. Rasanya kami sudah berjalan sangat jauh, tetapi pantai tersebut tidak kelihatan sama sekali dan karena sudah sangat kelelahan kami kembali ke hotel dengan taxi. Ternyata taxi tidak semahal yang kami bayangkan, cost only 53000 dong dan setelah makan siang di dekat hotel kami memutuskan kembali ke pantai (masih penasaran) dengan taxi. Dan ternyata dari “stop point” perjalanan pertama masih lumayan jauh, kalau berjalan kaki mungkin sekitar 10-15 menit, hufff … untung tadi kita memutuskan untuk balik ke hotel. Dan taxi dari hotel ke Cua Dai beach cuma sekitar 55.000 dong, sharing ber3 tentunya lebih baik dari berjalan. Sepertinya pihak hotel salah menginformasikan jarak hotel ke Cua Dai beach, menurut kami jarak tersebut lebih dari 2km, mungkin 4 or 5km.

Di pantai lebih banyak orang lokal yang bermain dipantai dan beberapa turis asing sedang berjemur. Kebanyakan turis yang disini adalah turis dari Eropah. Pantai Cua Dai sangat bersih dengan pantai yang cukup luas, tetapi menurut saya ombak di pantai Kuta jauh lebih asyik untuk bermain ditepi pantai.

Cua Dai Beach

Setelah puas menikmati pantai kami kembali ke hotel dengan taxi dan relax di hotel. Dari hari pertama perjalanan, kami memang belum cukup istirahat, lebih banyak menghabis waktu di bus karena jarak antara kota satu dengan yang lain cukup jauh. Istirahat yang cukup karena besok kami harus melanjutkan perjalannan ke Danang dan Hanoi.

Day 2 at Hoi An

Tidak ada kegiatan pagi ini, saya sudah order mobil untuk mengantarkan kami ke Airport Danang sehingga pagi ini bisa relaxing kembali. Teman teman saya masih tertidur nyenyak ketika saya terbangun sehingga saya menuju kolam renang. Tidak ada seorangpun dikolam renang, so it is mine…. yipppi. Puas berenang saya kembali ke kamar untuk packing sebelum kami berangkat ke Danang. Setelah sarapan kami standby di lobby menunggu mobil yang sudah aku booking karena kami akan berhenti di Marble Mountain, merupakan 5 gunung yang dinamai dengan 5 elemen yaitu kayu, air, metal/emas, api dan bumi.

Thuy Son (air) merupakan gunung yang terbesar dan paling terkenal untuk dikunjungi yang didalamnya terdapat gua gua dengan banyak patung patung Budha dan juga terdapat Pagoda. Untuk naik ke atas gunung ini bisa dicapai dengan menaiki tangga sekitar 108 step atau bisa dengan lift dengan membayar biaya tambahan sekitar 20.000 dong, sementara uang masuk untuk naik ke atas Thuy Son sebesar 15.000 dong. Pemandangan dari atas puncak sangat bagus karena viewnya langsung menghadap China Beach dengan cuaca yang sangat cerah, langit dan birunya laut serta hijaunya pepohonan, benar benar mempesona.

Kami menghabiskan waktu kurang lebih 2 jam untuk mengexplore mountain ini sebelum akhirnya turun dengan lift dan meneruskan perjalanan ke Danang Airport menuju tujuan akhir kami, Hanoi.

Da Nang
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s